Aku tidur cepat malam ini. Pening kepalaku memaksaku merebahkan badan
lebih cepat dari biasanya. Tak kusangka, aku bangun sepagi ini. Pening kepalaku
pun telahh kabur terbawa mimpi yang tak terlihat lagi.
Kemarin aku memutuskan untuk "prihatin" sebagai bentuk permohonan
ampun atas dosa-dosaku selama ini. Aku bertekad ini akan menjadi kebiasaan baru
yang wajib dan tidak boleh ditinggalkan. Pening kepala kemarin aku anggap
sebagai bagian dari adaptasi tubuh yang belum biasa. itu pun dudah aku
perkirakan sebelumnya. Hingga sampai dengan saat ini aku yakin kebaikan apapun
yang aku lakukan tidak akan pernah sia-sia. Semua terbalas sesuai dengan apa
yang aku lakukan, pada apa dan siapapun. Hingga saat ini aku juga yakin bahwa
pengendalian diri akan menjadi prioritas pertama jika aku mau mengendalikan
orang lain.
Ulang tahunku yang kemarin menjadi petanda yang tidak baik sebenarnya.
Kala itu sedikit sekali kebaikan yang aku tebar dan taburkan. Hasilnya pun
menyesuaikan. Maka kali ini aku hendak mengubahnya dengan serius. Ingin rasanya
membawa tubuh yang semakin termakan waktu ini menggantikan masa-masa sulit yang
berlalu dengan tidak baik. Esok aku akan mengubahnya. Yang kemarin memang tidak
bisa. Tapi selanjutnya pasti bisa. Tidak ada keraguan lagi.
Padahal aku sudah tahu soal pengendalian diri ini sejak lama. Tapi kemarin akalku terlalu sibuk dengan dunia. Alhamdullah hari ini aku terbuka. Aku tinggal menjaganya dengan segala kemungkinan.