#under_header{ float:left; width:100%; } #under_header1{ float:left; width:25%; } #under_header2{ float:left; width:25%; } #under_header3{ float:left; width:25%; } #under_header4{ float:right; width:25%; }

Sabtu, 16 Maret 2013

Pengendalian




Aku tidur cepat malam ini. Pening kepalaku memaksaku merebahkan badan lebih cepat dari biasanya. Tak kusangka, aku bangun sepagi ini. Pening kepalaku pun telahh kabur terbawa mimpi yang tak terlihat lagi.
Kemarin aku memutuskan untuk "prihatin" sebagai bentuk permohonan ampun atas dosa-dosaku selama ini. Aku bertekad ini akan menjadi kebiasaan baru yang wajib dan tidak boleh ditinggalkan. Pening kepala kemarin aku anggap sebagai bagian dari adaptasi tubuh yang belum biasa. itu pun dudah aku perkirakan sebelumnya. Hingga sampai dengan saat ini aku yakin kebaikan apapun yang aku lakukan tidak akan pernah sia-sia. Semua terbalas sesuai dengan apa yang aku lakukan, pada apa dan siapapun. Hingga saat ini aku juga yakin bahwa pengendalian diri akan menjadi prioritas pertama jika aku mau mengendalikan orang lain.

Ulang tahunku yang kemarin menjadi petanda yang tidak baik sebenarnya. Kala itu sedikit sekali kebaikan yang aku tebar dan taburkan. Hasilnya pun menyesuaikan. Maka kali ini aku hendak mengubahnya dengan serius. Ingin rasanya membawa tubuh yang semakin termakan waktu ini menggantikan masa-masa sulit yang berlalu dengan tidak baik. Esok aku akan mengubahnya. Yang kemarin memang tidak bisa. Tapi selanjutnya pasti bisa. Tidak ada keraguan lagi.
Padahal aku sudah tahu soal pengendalian diri ini sejak lama. Tapi kemarin akalku terlalu sibuk dengan dunia. Alhamdullah hari ini aku terbuka. Aku tinggal  menjaganya dengan segala kemungkinan.