Terus saya cuma jawab, “Iya ngga apa-apa.”
“Kalau saya sih mending nulis di buku harian pak.”
“Oh iya bagus itu yang penting ada ruang untuk berekspresi.”
Kami meninggalkan percakapan singkat itu tanpa komando. Ibu kantin langganan saya sudah siap ditangannya lontong sayur lengkap dengan kerupuk di atasnya. Seperti biasa saya duduk menikmati sarapan berkuah pagi ini. Kami pun berlalu.
Zeanatha ya??
BalasHapusAda banyak orang di kantin, salah satunya kalian..
HapusKomentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapus