Aku
bebas keluar masuk rumahku sendiri. Tapi aku tak bisa pergi dan kabur karena
pasti semua orang akan mencariku. Bukan mencariku sebagai seonggok tubuh, tapi
mencari kunci yang selalu aku bawa. Mereka tak membawanya selalu, maka aku harus
menjadi kakak yang selalu siaga pada kepulangan maupun kepergian. Tak jarang
mereka tak pulang selama berhari-hari bahkan berbulan-bulan. Sampai dengan
datang berita bahwa dia tak akan pernah kembali lagi. Ada juga yang datang
sebentar kemudian pulang dengan sebuntel tanda tangan. Ada pula yang datang
tergopoh-gopoh dengan berbagai masalah di punggungnya. Aku melayani siapapun
yang datang dengan sebaik-baiknya. Tak pernah aku membedakan dia cantik atau
sebaliknya. Aku hanya tau dia bagian dari rumah warisan ini. Sekarang aku
kehilangan kunci di rumah sendiri.
Mereka satu per satu pergi dan tak kembali. Bukan karena bosan tapi karena tak ada lagi kunci.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar