Melacak perjalanan
Melacak perjalanan
adalah kisah yang tidak seutuhnya didapatkan sekaligus. Kehidupan adalah guru
terbaik dalam wadah pengalaman yang tidak akan tergantikan. Kita boleh merasa
beruntung, tapi bagaimana dengan yang tidak seberuntung kita. Memang mengenakan
ketika fasilitas dan segala kebutuhan mudah untuk dicari. Namun keadaan itu
tidak jarang membuat orang menjadi enggan belajar dan mencari pembelajaran,
terutama pada orang-orang terpinggirkan yang notabennya memiliki kisah hidup
lebih berarti.
Perjalanan hidup
memang telah digariskan masing-masing oleh Tuhan, namun bukan berarti tidak
bisa diubah. Tuhan sendiri telah menjanjikan perubahan nasib suatu kaum ketika
kaum tersebut mau mengubahnya. Artinya kelahiran yang memosisikan orang dalam
keadaan 1 dan orang tersebut tetap dalam keadaan 1 tidak mengalami peningkatan
maka orang tersebut merugi. Dikatakan merugi karena orang tersebut berpegang pada
nasib sehingga tidak berubah keadaanya. Namun bahwa orang tersebut berhasil
tidak jatuh ke keadaan 0 adalah pembuktian atas usahanya.
Dari apa dan siapa pun
kita bisa belajar. Dari seorang anak kecil, pedagang asong, tukang buah, tukang
jahit keliling, penjual nasi, tukang sayur, bahkan peminta-minta. Jangan pernah
berasumsi bahwa mereka tidak layak untuk dijadikan seorang guru. Mungkin memang
tidak layak ketika mereka harus menghafal rumus pitagoras, logaritma, hukum new
ton, atau bahkan kalimat aktif serta pasif. Mereka tidak akan pernah memikirkan
hal seperti itu. Pedagang asong mungkin akan berpikir bagaimana caranya
menghindari satpol pp ketika berjualan. Tukang jahit keliling akan berpikir
supaya usahanya mendapatkan tempat sehingga tidak perlu keliling terus menerus.
Tukang sayur mungkin akan berpikir supaya sayurannya selalu habis setiap hari
sehingga tidak ada yang layu, membusuk dan terbuang.
Lalu guru seperti
apakah mereka? mereka adalah guru kehidupan, bukan guru “penjual” rumus dalam
sekolah. Coba saja beranikan diri untuk berinteraksi langsung dengan salah satu
diantara mereka. Mereka akan suka rela berbagi cerita dan kisah kehidupannya.
Bahkan hingga mata kita berkaca-kaca itu adalah hal yang wajar. Namun bahwa
tidak ada efek apapun yang didapatkan dari mereka, itu adalah sebuah pilihan.
Masing-masing orang mempunyai tingkat kepekaan yang berbeda, bergantung orang
menyikapi atas sebuah pembelajaran.
Maka berawal dari
keinginan untuk mendapatkan pengalaman langsung dari mereka, aku mulai dengan
memberanikan untuk menemui mereka. Mungkin tidak semuanya sekarang. Tapi
setidaknya perjalanan ini akan berlanjut hingga aku menemukan keberadaan mereka
yang terakhir. Dimanapun, kapanpun pada akhirnya aku berhenti untuk memutus
pencarian kisah hidup mereka.
Kita harus banyak belajar, dari sesuatu yang dilihat sebelah mata, dari mereka dan karena mereka pula keberadaan kita sekarang.