#under_header{ float:left; width:100%; } #under_header1{ float:left; width:25%; } #under_header2{ float:left; width:25%; } #under_header3{ float:left; width:25%; } #under_header4{ float:right; width:25%; }

Senin, 14 Mei 2012

Edisi ke dua



Kajian sore edisi ke 2 -dept kerohanian BEM JBSI UNJ –
Pengisi : kak HARIS (LDK UNJ)

Sore ini kembali menjadi saksi atas sebuah kajian tentang sastra dan AL QURAN. Salut dengan teman-teman kerohanian yang  telah menjadi fasilitator dalam pelaksaan kajian sore ini. Edisi yang ke dua Alhamdulillahiroobilalamin bisa berjalan juga. Bertempat di lokasi yang sama dengan kajian pertama, kak Haris membukanya dengan sebuah salam. Salam membuat kita merasa lebih dekat dalam persaudaraan, maka ucapkanlah salam. Begitulah kajian sore dibuka dengan sebuah ajakan untuk mmeberikan salam kepada siapapun dalam setiap kesempatan pertemuan. 

Segala puji bagi ALLAH, zat maha penentu atas segala rencana,usaha dan doa. Persiapan yang tidak terlalu lama. Berawal dari niat menjalankan amanat dan didukung momentum yang tepat.  Maka pada hari ini , selasa  8 Mei 2012 kajian berhasil dilaksanakan. Shalawat teriring salam mari tetap kita sampaikan kepada nabi besar Muhammad SAW yang telah member banyak kemudahan dan pencerahan kepada umatnya. Semoga kita mendapatkan pertolongan beliau di hari akhir kelak. Amiin.

Intensitas pertemuan memang mendukung atas perencanaan suatu agenda yang baik. Namun kualitas pertemuan tidak kalah dalam menentukan perencanaan yang baik. Maka maksimalkan intensitas pertemuan yang tidak terlalu banyak untuk pertemuan yang efektif. 

Kak Haris kemudian melanjutkan dengan memberikan motivasi pentingnya berkumpul di tempat-tempat budaya ilmu dan majelis. “ Sesungguhnya ALLAH menjadikan malaikat-malaikat berkeliling diantara majelis dzikir dan majelis ilmu. Maka dikerumuni majelis itu oleh para malaikat, dan sayap-sayapnya membuat perlindungan menembus batas langit dunia.

Bahkan dengan jamnan langsung dari ALLAH sekalipun terkadang kita masih saja enggan untuk turut berkumpul dalam budaya ilmu. Memang sebuah pilihan, apalagi kala dalam satu kesempatan yang sama amanah lain tidak mungkin ditinggalkan. Maka kerjakan amal kebaikanmu meskipun bukan dalam kesempatan semacam ini. Karena bumi adalah ladang ibadah umat manusia bagi mereka yang menyadari.
Ada mata yang berkaca-kaca ketika kak Haris melantunkan beberapa ayat suci AL QURAN. Aku tidak sengaja melihatnya. Tapi setidaknya dia yang berkaca-kaca telah menyadari dan bahkan mungkin membuktikan betapa kitab suci AL QURAN mampu menjadi pengobat segala macam beban dunia bahkan akhirat nanti. Mata itu tidak lagi sekedar lisan yang bercerita, tapi symbol kenyataan. Semoga kelak kita bisa merasakan ketika mata tertunduk dalam kesucian firmanNYA. Amiin.

Berikut ini adalah beberapa pesan kak Haris yang tertulis dalam catatan. Semoga bermanfaat.
  1. Jangan jadikan pandangan-pandangan filsafat sebagai pedoman hidup tapi jadikanlah hanya sebagai ilmu dalam perkuliahan. Jadikanlah AL QURAN sebagai pedoman hidupmu. Tentu sahabat lebih bisa mengerti tentang ilmu dan pedoman hidup.
  2. Bagaimana menjadikan AL QURAN sebagi pedoman hidup adalah dengan mulai memperbaiki cara membacanya karena sesungguhnya AL QURAN diciptakan untuk manusia dengan kemudahan-kemudahan dalam mempelajarinya.
  3. Hafalkanlah AL QURAN ketika bacaan AL QURAN telah diperbaiki. Harusnya iri melihat orang lain yang memiliki lebih banyak hafalan AL QURANnya.
Demikian mungkin yang tercatat. Semoga bisa bermanfaat.
Subhanaka allahuma wabihamdika asyhadualla ilahaila anta astagfiruka waatubu ilaik..
Salam sahabat. Semoga kajan sore selanjutnya selalu lebih baik. Amiin.

Jakarta, 14 Mei 2012
19:52


Tidak ada komentar:

Posting Komentar