Ada beberapa hal yang membuatku
tak juga ingin menidurkan mata hingga tengah malam ini. Ini adalah tentang
langkah-langkah yang kembali mengingatkanku pada titik romantika masa yang
sulit. Antara perasaan yang tertekan karena takut mengungkapkan dan perasaan
lega yang harus segera terpuaskan. Hingga pada akhirnya aku memilih pilihan
yang ke dua dengan berbagai konsekuensi kemungkinan. Konsekuensi tersebut
antaranya adalah fisik yang tak lagi punya ruh karena ruh kabur meninggalkan
raga yang malu menampakkan kebodohan. Ke dua adalah raga yang bertambah panas
tiba-tiba dan mengucurkan keringat yang dingin. Ke tiga adalah soal ruh yang
begitu berpengaruh pada rasa curiga, khawatir, takut, dan menduga-duga sesuatu
yang mungkin.
Pada akhirnya perasaan tertekan
itu pun lepas bagai balon yang lepas ke udara langit. Seiring dengan itu ke dua
tangan itu mulai bergandeng malu pada perjalanan malam. Pulang.
Malam ini aku melihatnya lagi,
maka aku menulisnya.
00:22
25 Juli 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar