Aku harus segera menghibur diri.
Pengelolaan emosiku tidak sebaik yang aku harapkan sendiri. Lebih menyedihkan
adalah melihat kenyataan dari usaha yang telah dilakukan. Aku ingin lebih baik.
Kalian pasti ingin yang lebih baik, bahkan terbaik. Seperti telah berucap janji
untuk lebih banyak memberikan apa yang bisa aku kerjakan tapi mendapatkan lebih
banyak pula rasa kecewa.
Ada rasa iri yang merasai raja dalam
diri. Aku tidak dapat menyangkalnya. Dia muncul begitu saja. Ada di saat usaha
dan potensi yang sama melelahkan raga dan juga pikiran. Aku menulisnya dengan
sebuah sendu yang tidak akan pernah bisa mengubah keadaan. Tapi upaya dan kerja
keras yang terpapar di depan mata saat itu adalah gambaran totalitas yang
sempurna. Aku ingin semangat, dan meyemangati. Tapi kepalaku terlalu berat
sekarang ini. Aku pikir setelah ini akan segera berkurang dan bebas dari beban
ini. Aku mengatakan ini adalah sebuah “beban” karena memang aku tidak mau
membohongi diriku sendiri yang sampai dengan saat ini belum pandai mengatur
emosiku sendiri. Aku lebih menyukai semangat kejujuran di sini daripada mengaku
yang tidak aku kuasai hanya akan membuat semakin kecewa pada diri sendiri.
Teman oh kawan. Aku yakin kalian
merasakan hal yang tidak terlalu berbeda denganku sekarang ini. Bahkan mungkin
lebih berat. Ayo saling menyemangati. Kita harus bangkit! Rasa kecewa ini harus
segera berganti dengan semangat membangun diri. Rasa iri ini harus segera
berganti menjadi lecutan semangat kebersamaan yang hadir selamanya untuk kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar