#under_header{ float:left; width:100%; } #under_header1{ float:left; width:25%; } #under_header2{ float:left; width:25%; } #under_header3{ float:left; width:25%; } #under_header4{ float:right; width:25%; }

Senin, 30 Juli 2012

Loko

Diesel lokomotif kereta terus meyeret rangkaian kereta sepanjang delapan gerbong ini. Aku telah menunggu sejam yang lalu bersama sebuah dus penuh berisi buku-buku bekas sisa sekolahnya. Beberapa plastik yang dibundel lipat tak beraturan diselipkan diantara buku-buku tersebut. Beberapa gelas dan alat tulis mendesak terakhir ditumpukan paling atas. Sebuah tali melilit dipertengahan kotak kardus itu mengakhiri barang-barang yang akan masuk.
Aku telah berencana. Tiba waktunya sore itu. Banyak kegiatan yang tertinggal. Biarlah, mungkin aku tidak amanah saat ini. Tapi rasanya pilihan sekarang yang paling tepat. Belum pernah aku merasa seyakin sekarang. Setelah kepergiannya haruskah aku biarkan juga doa-doa terabai pula?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar