Apalagi yang bisa membuat kesal
melebihi kekesalan yang pernah dirasakan sebelumnya kecuali asap sebatang
rokok. Satu dua harapan sudah cukup membuat orang terusir dari rumah sendiri.
satu kepulan asap itu membuat orang buyar dengan senandung kenangannya,
kenanganku dengan beliau. Adakah cara yang lebih kejam selain mengehentikan kenangan
dengan paksa.
* siaga medika, hampir tiga tahun berlalu.
Aku tak pernah lagi mengingat-ingat saa-saat melingkari pegunungan Pageralang
kecuali sekarang ini. Pagi, siang, malam hingga dini hari. Motor, mobil biasa,
hingga truk raksasa panjang indocement dengan gulungan mesin pengaduk cor yang
hampir-hampir membuatku jatuh. Tapi ada kata meyakinkan, menanyakaknku dari
beliau melalui orang lain. Kata beliau, ingin sekali bertemu. Aku tak hendak
kehilangan kesempatan dan amanah untuk menemui. Hingga kematian menjemput
beliau hampir tengah malam itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar