Dramatis. Tapi ini bukan sebuah
drama melainkan tragedi ketika sebuah rangkaian gerbong kereta api beradu
kekuatan dengan sebuah truk pengangkut bahan bakar minyak sebanyak 24.000
kiloliter. Tapi bukan karena kuatnya kereta menghantam truk tersebut, melainkan
karena tanggungjawab seorang masinis, teknisi, beserta asisten masinis di
dalamnya yangn membuat saya merinding. Betapa tidak, mereka berkorban nyawa
untuk memberikan lebih banyak kesempatan hidup untuk para penumpangnya. Padahal
kesempatan untuk lekas keluar dari rangkaian gerbong itu jelas betul terbuka
lebar.
Penuturan yang begitu jujur dari
salah satu korban yang selamat membuat siapapun yang mendengar kisah ini akan
sangat bangga terhadap mereka. Syuhada jelas
menjadi konsekuensi atas tanggung jawab profesi yang begitu besar sampai detik
nafas yang terakhir bagi mereka.keegoisan itu pasti ada pada setiap orang, tapi
entah firasat apa yang membuat mereka memilih untuk altruis hebat hingga
mengorbankan kehidupannya sendiri. Sebuah teladan yang akan sangat sulit kita
temukan di tengah puncak keegoisan manusia kota yang begitu tinggi. Semoga tempat
terindah telah membuat tenang kalian di sana bersama dengan korban-korban
lainnya yang tak sempat menghindari maut. Amiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar