#under_header{ float:left; width:100%; } #under_header1{ float:left; width:25%; } #under_header2{ float:left; width:25%; } #under_header3{ float:left; width:25%; } #under_header4{ float:right; width:25%; }

Selasa, 10 Desember 2013

DUKA


Dramatis. Tapi ini bukan sebuah drama melainkan tragedi ketika sebuah rangkaian gerbong kereta api beradu kekuatan dengan sebuah truk pengangkut bahan bakar minyak sebanyak 24.000 kiloliter. Tapi bukan karena kuatnya kereta menghantam truk tersebut, melainkan karena tanggungjawab seorang masinis, teknisi, beserta asisten masinis di dalamnya yangn membuat saya merinding. Betapa tidak, mereka berkorban nyawa untuk memberikan lebih banyak kesempatan hidup untuk para penumpangnya. Padahal kesempatan untuk lekas keluar dari rangkaian gerbong itu jelas betul terbuka lebar.

Penuturan yang begitu jujur dari salah satu korban yang selamat membuat siapapun yang mendengar kisah ini akan sangat bangga terhadap mereka.  Syuhada jelas menjadi konsekuensi atas tanggung jawab profesi yang begitu besar sampai detik nafas yang terakhir bagi mereka.keegoisan itu pasti ada pada setiap orang, tapi entah firasat apa yang membuat mereka memilih untuk altruis hebat hingga mengorbankan kehidupannya sendiri. Sebuah teladan yang akan sangat sulit kita temukan di tengah puncak keegoisan manusia kota yang begitu tinggi. Semoga tempat terindah telah membuat tenang kalian di sana bersama dengan korban-korban lainnya yang tak sempat menghindari maut. Amiin.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar