#under_header{ float:left; width:100%; } #under_header1{ float:left; width:25%; } #under_header2{ float:left; width:25%; } #under_header3{ float:left; width:25%; } #under_header4{ float:right; width:25%; }

Minggu, 03 Februari 2013

Banowati Jalingan Golek: Sebuah Gelaran Budaya




Malam Minggu, 1 Desember 2012, sebuah pentas seni drama dan tari di gelar di Gdung Kesenian Jakarta. dengan mengangkat lakon utama Banowati, komunitas Budaya-ku mencoba menyuguhkan sebuah kolaborasi apik antara musik tradisional Jawa, tembang dan geguritan yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.

Elly D. Lutan yang memiliki nama asli Indah Harie Yulianti sebagai sutradara terbilang sukses membawakan pertunjukan ini. Penononton terlihat antusias semenjak pertunjukan belum dimulai.

Pertunjukan yang berlansung sekitar satu jam ini didominasi oleh seni tari tradisional yang digarap dengan apik. Sebuah aransemen tari tradisional Jawa yang bercerita tentang kehidupan asmara Banowati. Sebagai urutan kedua yang mendominasi pertunjukan adalah musik dari seperangkat gamelan Jawa yang dipukul berirama menjadi musik gending. Musik gending Jawa inilah yang menjadi pengiring erat setiap gerakan tari dan koreografi para penari di panggung. Perannya begitu penting dalam sendratari ini. Seolah menjadi ruh bagi permainan gerak penarinya.

Musik dan tari menjadi paket yang membuat gumun penontonnya. Tertegun dan kalau diizinkan barangkali mereka akan berteriak “waow!” Saya sendiri tidak bisa melukiskan keindahan koreografi dan musik pengiringnya sebaik apa yang dipertunjukan malam itu. Semoga gelaran budaya semacam ini bisa semakin masif digelar dimanapun tempatnya. Orang mungkin baru akan menyadari keindahan Indonesia yang luar biasa setelah menyaksikan gelaran budaya semacam ini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar