Malam Minggu, 1 Desember 2012, sebuah pentas seni drama dan tari di gelar
di Gdung Kesenian Jakarta. dengan mengangkat lakon utama Banowati, komunitas
Budaya-ku mencoba menyuguhkan sebuah kolaborasi apik antara musik tradisional
Jawa, tembang dan geguritan yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.
Elly D. Lutan yang memiliki nama asli Indah Harie Yulianti sebagai
sutradara terbilang sukses membawakan pertunjukan ini. Penononton terlihat
antusias semenjak pertunjukan belum dimulai.
Pertunjukan yang berlansung sekitar satu jam ini didominasi oleh seni
tari tradisional yang digarap dengan apik. Sebuah aransemen tari tradisional
Jawa yang bercerita tentang kehidupan asmara Banowati. Sebagai urutan kedua
yang mendominasi pertunjukan adalah musik dari seperangkat gamelan Jawa yang
dipukul berirama menjadi musik gending. Musik gending Jawa inilah yang menjadi
pengiring erat setiap gerakan tari dan koreografi para penari di panggung.
Perannya begitu penting dalam sendratari ini. Seolah menjadi ruh bagi permainan
gerak penarinya.
Musik dan tari menjadi paket yang membuat gumun penontonnya.
Tertegun dan kalau diizinkan barangkali mereka akan berteriak “waow!” Saya
sendiri tidak bisa melukiskan keindahan koreografi dan musik pengiringnya
sebaik apa yang dipertunjukan malam itu. Semoga gelaran budaya semacam ini bisa
semakin masif digelar dimanapun tempatnya. Orang mungkin baru akan menyadari
keindahan Indonesia yang luar biasa setelah menyaksikan gelaran budaya semacam
ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar