#under_header{ float:left; width:100%; } #under_header1{ float:left; width:25%; } #under_header2{ float:left; width:25%; } #under_header3{ float:left; width:25%; } #under_header4{ float:right; width:25%; }

Minggu, 03 Februari 2013

Bayang



Ada saat waktu begitu singkat untuk dilewati. Ada saat waktu terlalu lama untuk ditebus. Ada saat secarik kertas kecil begitu berharga demi sebuah kenangan. Ada saat benda-benda tanpa kehidupan mampu menghidupkanmu dalam kenangan. Tempat-tempat sepi tanpa penghuni yang hidup dalam bayang-bayang nyata. Mereka berjalan mengikuti degup jantung setiap kehidupan. Berlari seiring arah yang telah terjadi dan akan terjadi. Masa-masa sebelum kamu pernah melaluinya. Tanpa kejadian yang mengingatkanmu pada seseorang. Anak-anak kecil dalam permainan, orang-orang sawah dengan caping di kepala mereka, kerbau-kerbau yang tidak lagi membajak sawah, dan penggembala bebek yang duduk menghadap gunung di atas sawah-sawah yang baru saja dipanen.

Anak gadis duduk dalam pinggiran jembatan yang semakin renta. Kini dia mungkin sudah lupa. Jembatan-jembatan yang terbaring itu adalah jalan yang setiap hari dilaluinya, dulu. Saat-saat dia ikut mendorong sepeda dames yang ditumpang gabah depan dan belakang bersama ibu dan bapaknya. Juga pada motivasinya untuk terus belajar dalam keterbatasan. Menyusuri jalan-jalan terbaik beralas kaki menggesek debu-debu jalanan. Memisahkan lelah dan rasa malas untuk terus mengejar waktu. Mengejar salam hangat dari ibu dan bapak guru di sekolah. Mendahului lonceng tua sekolah sebelum dipukul oleh penjaga. Mengiring doa-doa sebelum pelajaran dan mengakhirinya dengan doa pula. 
Melihat anak-anak memanjat pohon-pohon miring di belakang kelas dan cangkul cangkul yang beradu dengan tanah pesawahan. Kemudian pulang. Ada selembar kertas. Ada namamu di sana..

08:53
Minggu, 3 Februari 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar