Ada saat waktu begitu singkat untuk dilewati. Ada saat waktu terlalu
lama untuk ditebus. Ada saat secarik kertas kecil begitu berharga demi sebuah
kenangan. Ada saat benda-benda tanpa kehidupan mampu menghidupkanmu dalam
kenangan. Tempat-tempat sepi tanpa penghuni yang hidup dalam bayang-bayang
nyata. Mereka berjalan mengikuti degup jantung setiap kehidupan. Berlari
seiring arah yang telah terjadi dan akan terjadi. Masa-masa sebelum kamu pernah
melaluinya. Tanpa kejadian yang mengingatkanmu pada seseorang. Anak-anak kecil
dalam permainan, orang-orang sawah dengan caping di kepala mereka,
kerbau-kerbau yang tidak lagi membajak sawah, dan penggembala bebek yang duduk
menghadap gunung di atas sawah-sawah yang baru saja dipanen.
Anak gadis duduk dalam pinggiran jembatan yang semakin renta. Kini dia
mungkin sudah lupa. Jembatan-jembatan yang terbaring itu adalah jalan yang
setiap hari dilaluinya, dulu. Saat-saat dia ikut mendorong sepeda dames yang
ditumpang gabah depan dan belakang bersama ibu dan bapaknya. Juga pada
motivasinya untuk terus belajar dalam keterbatasan. Menyusuri jalan-jalan
terbaik beralas kaki menggesek debu-debu jalanan. Memisahkan lelah dan rasa
malas untuk terus mengejar waktu. Mengejar salam hangat dari ibu dan bapak guru
di sekolah. Mendahului lonceng tua sekolah sebelum dipukul oleh penjaga.
Mengiring doa-doa sebelum pelajaran dan mengakhirinya dengan doa pula.
Melihat anak-anak memanjat pohon-pohon miring di belakang kelas dan cangkul cangkul yang beradu dengan tanah pesawahan. Kemudian pulang. Ada selembar kertas. Ada namamu di sana..
08:53
Minggu, 3 Februari 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar