00:18
Pertanyaannya adalah sampai kapan kau akan terus menjadi sekadar
penikmat karya-karya besar disekelilingmu? Jelas tidak mungkin selamanya karena
kau butuh seperti mereka. melakukannya dengan segenap kemampuan. Dari awam
hingga profesional. Dari merangkak hingga berjalan. Dari berjalan hingga
berlari. Dari berlari hingga terbang dan mengangkasa. Mereka punya kebutuhan begitupun
dengan kau. Mereka berkarya untuk memenuhi kebutuhannya itu. Lantas denganmu?
Kapan kau akan memulainya? Atau kau pura-pura telah memulainya. Membanggakan
diri dengan sedikit materi yang sekadar beruntung kau dapatkan itu. Atau lebih
menyedihkan lagi itu adalah pemberian bukan hasil kerja.
Yakin sekarang mereka belum juga tidur. Tapi letih dengan kerja dan
karya. Apalagi alasannya kalau bukan kepuasan dan pemenuhan kebutuhan. Itu
bukan sekadar kewajiban dalam berumahtangga, katakanlah sudah. Melainkan
keperluan dan keharusan untuk terus berlanjut dengan karya-karya yang baru.
Menyeragamkan keinginan penikmat karya-karya mereka. Nah kau masih termasuk di
dalam penimat itu. Secepatnya kau harus ubah itu. Yakin bahwa kehidupan ini
berputar kawan seperti bumi yang berotasi. Begitu pun kehidupan dan hari-harimu
mendatang. Tidak ada yang selamanya kecuali kehidupan setelah kematian. Nah ini
saat sebelum kematian itu datang. Betapa berdosanya apabila hidup hanya
sekadarnya. Apalagi menumpang dari belaskasihan orang lain terus menerus. Berbahagialah
kalau kau bisa membagi kebahagiaan itu kepada orang lain. Tapi kau tidak akan
pernah bisa berbagi tanpa berkarya. Apapun selagi itu baik dan dihalalkan.
Waktu tidak bisa menunggumu. Bahkan sedetik pun tidak akan pernah mau.
Percayalah ini bukti bukan kepura-puraan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar