Kalau mengingat jeritan wanita setengah baya itu, tubuh saya hampir
selalu meresponnya. Membukakan pintu kelopak mata yang tertutup, berdiri ketika
berbaring, bangun ketika tertidur hingga kaget ketika terdiam. Gumamannya
selalu mengingatkan saya tentang sebuah hal. Beberapa gumamannya samar-samar
sedikit terdengar, selagi tengah malam menembus ke dalam mimpi orang-orang yang
terlelap. Hanya itu-itu saja sebenarnya cara dia berbicara, entah dengan siapa.
Saya juga tidak mengerti tentang apa yang dimaksudkan wanita berambut lurus
memutih itu.
Memang kurang pantas kalau saya sebut dia gila. Tapi dia memang
orang yang terguncang jiwanya. Bahkan semenjak saya belum terlahir di sini. Jalannya
tak pasti arah. Meringis sepanjang perjalanan. Pulang atau pun pergi beriring
tangan yang selalu melilit-lilitkan rambutnya. *kaburrrr!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar