Maaf ini bukan soal tempat yang megah
atau panggung yang indah tapi ini soal siapa yang akan melihatnya. Kita memang
berbeda. Terlalu sulit untuk menyatukannya. Lagi-lagi ada batas imajiner yang
terus menghalangi kedekatan kita. Kau kah itu sejarah yang panjang? Sejarah ada
untuk membesarkan kita seharusnya. Tapi ini justru membuat rival yang tidak
jelas ujungnya. Kita sama-sama mengakui jarak imajiner itu. Tapi mengapa
sejarahnya menciptanya begitu indah? Kau kah itu dunia yang berurusan dengan materi dan nepotisme.
Anak kecil akan tetap tersenyum lagi
sekalipun dia baru saja menangis. Bahkan seringkali dia tersenyum dalam tetesan
air matanya. Nurani pada akhirnya akan mengalahkan segalanya bagi orang yang
memilikinya. Ini pilihan yang kita jalani masing-masing. Ini yang aku yakini
kebenarannya. Kau pun menyakini kebenaran idealismemu. Kita hidup serumah tapi
dalam kamar yang berbeda.
24 Juli 2013
15:57
Tidak ada komentar:
Posting Komentar