#under_header{ float:left; width:100%; } #under_header1{ float:left; width:25%; } #under_header2{ float:left; width:25%; } #under_header3{ float:left; width:25%; } #under_header4{ float:right; width:25%; }

Minggu, 28 Juli 2013

Keluar rumah


Sekarang saya mengerti tentang apa yang dipikirkannya. Tidak sedangkal yang saya kira. Ini bukan lagi sekadar gengsi atau rivalitas semata yang dipertaruhkan. Meskipun nyata-nyata keadaan sekarang tidak menguntungkan. Bagaimanapun cara cerdas itu harus kelar juga dengan sesingkat mungkin. Harga diri tidak akan pernah terjual seberapapun besarnya dengan apapun. Barangkali itulah yang menjadi prinsipnya. Sekarang saya mengerti bagaimana dulu saya dibesarkan buka hanya dalam hati tapi juga dalam sejarah. Sekali lagi mungkin itu cara salah satu cara cerdas yang dipilih. Maaf mungkin agak terhalang konteks tulisan dengan situasi anda sekarang. Saya memang sengaja menulisnya demikian.
Bahkan sampai dengan detik ini pun saya harus mengakui kekalahan itu sebenarnya dengan besar hati. Maka akhirnya saya memutuskan untuk keluar rumah dan bercerita dengan anak-anak di kampung sebelah. Ternyata di sana jauh menyenangkan daripada berdiam diri di rumah. Inilah kebahagiaan berbagi yang takkan pernah terganti dengan kegiatan apapun. Bagi saya.

Jakarta, 28 Juli 2013

16:48

Tidak ada komentar:

Posting Komentar