Sekarang saya mengerti tentang
apa yang dipikirkannya. Tidak sedangkal yang saya kira. Ini bukan lagi sekadar
gengsi atau rivalitas semata yang dipertaruhkan. Meskipun nyata-nyata keadaan
sekarang tidak menguntungkan. Bagaimanapun cara cerdas itu harus kelar juga
dengan sesingkat mungkin. Harga diri tidak akan pernah terjual seberapapun
besarnya dengan apapun. Barangkali itulah yang menjadi prinsipnya. Sekarang saya
mengerti bagaimana dulu saya dibesarkan buka hanya dalam hati tapi juga dalam
sejarah. Sekali lagi mungkin itu cara salah satu cara cerdas yang dipilih. Maaf
mungkin agak terhalang konteks tulisan dengan situasi anda sekarang. Saya memang
sengaja menulisnya demikian.
Bahkan sampai dengan detik ini
pun saya harus mengakui kekalahan itu sebenarnya dengan besar hati. Maka akhirnya
saya memutuskan untuk keluar rumah dan bercerita dengan anak-anak di kampung
sebelah. Ternyata di sana jauh menyenangkan daripada berdiam diri di rumah. Inilah
kebahagiaan berbagi yang takkan pernah terganti dengan kegiatan apapun. Bagi saya.
Jakarta, 28 Juli 2013
16:48
Tidak ada komentar:
Posting Komentar