#under_header{ float:left; width:100%; } #under_header1{ float:left; width:25%; } #under_header2{ float:left; width:25%; } #under_header3{ float:left; width:25%; } #under_header4{ float:right; width:25%; }

Senin, 22 Juli 2013

Romantisme kecil



Hari ini tiba-tiba ingin merasakan lagi romantisme sakit dan bahagia saat jatuh cinta. Biarpun lebih banyak perasaan luka yang tertinggal bersamamu tapi tak ada alasan bagiku untuk mengelakanmu. Tidak untuk selamanya karena aku pasti takkan bisa.bersamamu adalah kenangan singkat yang sampai dengan saat ini tak pernah hilang dari ingatan. Kau mungkin mudah saja untuk menghapus jejak singkat di antara kita. Tapi tidak bagiku. Aku tahu aku hidup bukan untuk masa lalu tapi dari masa aku bertolak untuk masa yang akan datang. Kau telah mengganti sayang dengan orang-orang setelahku. Mudah memang bagimu untuk segera beranjak dari kisah yang terlalu singkat. Bahkan aku masih ingat betul sangat sambungan telepon jarak jauh mengakhiri semuanya. Aku sadar yang memulainya saat itu. aku melihat indikasi ketidakenakan pada kau saat itu. aku terlalu sibuk dengan urusanku dan begitupun kau. Mungkin sampai dengan sekarang. Aku hadir sebagai dian yang tak lagi menyala seterang dulu menurutmu. Tapi aku justru merasa lebih terang dari sebelumnya sekalipun dian-dian lain berlalu menggantikan dian yang sempat meninggalkanmu sementara.
Ini bukan soal ketidaksetiaan tapi tentang tanggung jawab. Aku datang tanpa apa-apa kecuali perasaan yang memotivasiku untuk mengatakan sesuatu yang kini kusebut “cinta.” Hanya itu. Tapi aku sadar seiring hasratku mengatakan hal tersebut. Selalu ada konsekuensi yang harus aku terima meskipun terloihat kurang bersahabat denganmu. Aku terima dan semoga saja “iya” denganmu.

Aku pergi bukan untuk meninggalkanmu. Tapi untuk mendapatkanmu..

25 Juni 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar