Hari ini tiba-tiba ingin merasakan lagi romantisme sakit dan bahagia
saat jatuh cinta. Biarpun lebih banyak perasaan luka yang tertinggal bersamamu
tapi tak ada alasan bagiku untuk mengelakanmu. Tidak untuk selamanya karena aku
pasti takkan bisa.bersamamu adalah kenangan singkat yang sampai dengan saat ini
tak pernah hilang dari ingatan. Kau mungkin mudah saja untuk menghapus jejak
singkat di antara kita. Tapi tidak bagiku. Aku tahu aku hidup bukan untuk masa
lalu tapi dari masa aku bertolak untuk masa yang akan datang. Kau telah
mengganti sayang dengan orang-orang setelahku. Mudah memang bagimu untuk segera
beranjak dari kisah yang terlalu singkat. Bahkan aku masih ingat betul sangat
sambungan telepon jarak jauh mengakhiri semuanya. Aku sadar yang memulainya
saat itu. aku melihat indikasi ketidakenakan pada kau saat itu. aku terlalu
sibuk dengan urusanku dan begitupun kau. Mungkin sampai dengan sekarang. Aku
hadir sebagai dian yang tak lagi menyala seterang dulu menurutmu. Tapi aku
justru merasa lebih terang dari sebelumnya sekalipun dian-dian lain berlalu
menggantikan dian yang sempat meninggalkanmu sementara.
Ini bukan soal ketidaksetiaan tapi tentang tanggung jawab. Aku datang
tanpa apa-apa kecuali perasaan yang memotivasiku untuk mengatakan sesuatu yang
kini kusebut “cinta.” Hanya itu. Tapi aku sadar seiring hasratku mengatakan hal
tersebut. Selalu ada konsekuensi yang harus aku terima meskipun terloihat
kurang bersahabat denganmu. Aku terima dan semoga saja “iya” denganmu.
Aku pergi bukan untuk meninggalkanmu. Tapi untuk mendapatkanmu..
25 Juni 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar