#under_header{ float:left; width:100%; } #under_header1{ float:left; width:25%; } #under_header2{ float:left; width:25%; } #under_header3{ float:left; width:25%; } #under_header4{ float:right; width:25%; }

Senin, 22 Juli 2013

Respon


Aku mulai merespon kenangan yang tidak terlalu mengenakkan. Pada sebuah masa yang telah aku tinggalkan. Kelompok-kelompok kecil itu berusaha menjadi maharaja. Tidak ada yang mau mengalah, begitupunpada tiap orang yang mengaduh. Lembaran naskah yang kau baca berulang tak kunjung kau selesaikan tafsirnya. Ini sajak di bawah pohon tua pada selembar kertas. Sambil menunggu keelokan dari seorang yang telah menjanjikan. Ini sajak pada lembaran batin. Tentang penguasan dan yang dikuasai. Ini kewajibanku. Tapi kau tidak acuh. Itu kewajibanmu. Tapi kau mengalihkan.

Aku mulai bosan dengan tulisanku sendiri. kacau tanpa arah dan kejelasan. Aku terlalu asik dengan dunia kertas. Berdiskusi dengan mahluk-mahluk bisu tanpa suara. Aku terlalu pada lembar-lembar kosong itu, yang aku coret sesukanya saja. pada sebuah kertas. Tentang arti diam, suara, dan orang-orang di bawah rangkulan malam. Kosong!

28 Maret 2013 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar