#under_header{ float:left; width:100%; } #under_header1{ float:left; width:25%; } #under_header2{ float:left; width:25%; } #under_header3{ float:left; width:25%; } #under_header4{ float:right; width:25%; }

Senin, 22 Juli 2013

Posisi dan tanggungjawab


Posisi dan tanggungjawab seringkali memaksa orang untuk berbuat melebihi kemauannya. Membongkar batas-batas diri yang mengurungnya dalam sebuah penjara kreativitas dan produktivitas kerja. Begitupun yang terjadi hari ini denganku. Meskipun aku hidup di antara kesadaran dan ketaksadaran yang tinggi namun keberadaanku saat ini memaksaku berlabuh cepat pada tiap-tiap target untuk menciptakan rencana menjadi realita. Menjadi sesuatu yang benar-benar wujud. Tidak sekadar konsep dan wacana lagi.
Sekarang aku pun sadar ternyata amanah itu membuatku jauh lebih cepat dari biasanya. Memaksaku mencari lebih banyak dan lebih cepat dari biasanya. Memang kadangkala keterpaksaan itu penting untuk memajukan seseorang. Dalam hal ini aku.
Sore tadi aku bercakap di fb dengan seorang teman baru. Aktivis teater dari UNY. Perempuan mahasiswa jurusan bahasa Perancis angkatan 2010. Berarti seumuranlah. Tidak ada niat lain kecuali menguras semua kegiatan teater di sana seperti apa. Dan inilah yang aku dapat sementara ini.

Bahwa teater menjadi program adalah benar dengan beberapa kegiatan diantaranya adalah jelajah alam, workshop, pentas teater, regenerasi, antologi sastra dan lain-lain. Lakon yang pernah dimainkan diantaranya Pinangan, dll.

29 Maret 2013 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar