#under_header{ float:left; width:100%; } #under_header1{ float:left; width:25%; } #under_header2{ float:left; width:25%; } #under_header3{ float:left; width:25%; } #under_header4{ float:right; width:25%; }

Senin, 14 Januari 2013

Apa yang ada


**
Ketika saya melanjutkan tulisan ini, saya sudah berada lagi ditempat yang sama, ketika pertentangan dan motivasi bertabrakan dalam emosi. Maka pikiran terlalu mudah untuk dibuat pusing karenanya, sedangkan perasaan lebih-lebih mudahnya untuk dipengaruhi oleh lingkungan halusinasi yang berlebih. Kemarin adalah kegelisahan, kemudian adalah ketenangan, selanjutnya relaksasi, pencerahan dan hari ini adalah pembuktian ucapan. Dua hari lalu saya katakan tidak dengan tegas, kemudian saya katakan iya setelahnya. Kemarin saya katakan tanpa persiapan, maka sekarang ini adalah bagian dari persiapan.

Betapa lemah dan mudahnya diri ini dibawa oleh orang lain. Semestinya saya bisa membawa keputusan dengan tepat untuk diri saya sendiri. Tapi ketika keputusanmu dianggap keliru, apalah arti keputusan kemarin. Hari ini adalah kemarin yang sudah direncanakan. Maka hari ini adalah besok yang terencana. Orang bilang mungkin saya labil,karena mudah terpengaruh orang. Itu mungkin ada benarnya. Tapi ketika pengaruh itu membawa kebaikan untuk saya pribadi dan orang kebanyakan, kenapa saya harus ragu menarik kesimpulan yang terlalu cepat kemarin itu.

Selagi tidak ada kebusukan maksud maka itikad baik akan bersambut dengan baik pula. Tapi hati orang siapa yan tau. Maka tahu dirilah dan mengertilah di yang depanmu itu adalah manusia sama sepertimu. Kau bebas memberikan saran dan nasihat, tapi perhatikan bagaimana caramu memberikan nasihat itu. Bisa jadi caramu yang salah justru membuat semakin kacau masalah. Kau mungkin berpikir sudah tepat tapi kau mungkin juga belum mencoba menanyakan hal itu pada orang lain.
Kuasa Tuhan lebih aku percaya daripada nasihatmu sekalipun Tuhan mungkin memberikan nasihat melaluimu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar