#under_header{ float:left; width:100%; } #under_header1{ float:left; width:25%; } #under_header2{ float:left; width:25%; } #under_header3{ float:left; width:25%; } #under_header4{ float:right; width:25%; }

Sabtu, 26 Januari 2013

Maninjau


Jakarta 22 Januari 13
Maninjau. Pagi ini saya berkunjung ke danau indah di kota Bukit Tinggi. Airnya tenang dihias cahaya surya yang pagi. Tambak-tambak ikan mulai nampak kehidupannya. Orang-orang mulai datang bergantian. Selepas salat subuh ditegakkan. Perahu-perahu dilepaskan dari tambatan, dayung-dayung mulai diayunkan, tambak-tambak mulai diperiksa, bertukar tawar terhadap barang dagang. Surau-surau dalam pesantren ramai oleh bacaan kitab suci sang pencipta dan pemelihara alam semesta.
Saya bertemu dengan Buya Hamka. Ulama, politikus, sastrawan dan guru kehidupan bagi banyak orang. Kesempatan langka yang emas bagi saya. Setidaknya foto-foto itu tampak dekat sekali dengan saya. Lebih nyata dari sekedar banyangan. Melukiskan gambaran perjuangan dan suri tauladan untuk kita. Keteguhan serta iman yang kuat. Anti komunis. Konsisten sekalipun ancaman rasa sakit mengancam tubuhnya yang tua. Teguh sekalipun aliran listrik menyetrum tubuhnya. Kokoh sekalipun bui menjadi rumah tinggalnya selama lebih dari dua tahun. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar