#under_header{ float:left; width:100%; } #under_header1{ float:left; width:25%; } #under_header2{ float:left; width:25%; } #under_header3{ float:left; width:25%; } #under_header4{ float:right; width:25%; }

Jumat, 04 Januari 2013

Bilik dibalik bambu



Malam ini aku menjadi bilik bambu
Dalam pinggiran menjadi batas
Angin dan kedinginan
Menembus dalam celah yang rapuh
Aku hampir hilang dalam gelap
Tapi cahaya membuatku terlihat
Semakin lemah dan keropos

Jentikan jari bahkan akan memaksaku pasrah
Menyerah
Ini bagian dari keadaan seseorang yang lebih susah daripadaku
Aku adalah pelindung dengan keterbatasan tuanku
Tuhanku oh kuatkan tuanku yang patut dikasihani
Jangan biarkan kerapuhanku menjalar dalam langkah tuanku
Semangatnya adalah cahaya yang menghapus gelap
Dibalik celah anyam bambu tak sempurna

Aku sederhana
Tapi tuanku lebih sederhana
Aku ingin merapat dalam dingin malam
Melindungi tuanku yang malang
Aku ingin melebar pada siang
Mengantarkan udara untuk Tuan yang kepanasan
Hanya diam
Sekali saja Tuhan..

Jakarta, 29 Juli 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar