#under_header{ float:left; width:100%; } #under_header1{ float:left; width:25%; } #under_header2{ float:left; width:25%; } #under_header3{ float:left; width:25%; } #under_header4{ float:right; width:25%; }

Selasa, 29 Januari 2013

Batas


Jakarta 28 Januari 2013

Cepat sekali berlalu. Kepeningan ini akhirnya akan segera berganti dengan cerita-cerita tentang kalian. Di masa itu. Waktu yang menyenangkan juga kadang menyusahkan. Semua teringat pada segala kejadian. Dosa, kebaikan, malaikat, keburukan hingga keberkahan. Pahala, nilai, dan ibadah. Kelupaan dan kesengajaan. Penyesalan dan kedamaian. Ketenangan dan kelalaian. Kesempatan dan ketidakpedulian. Perhatian dan abai. Semuanya berlalu cepat dan lewat begitu saja sampai dengan datang masa yang tidak kau inginkan. Saat itu adalah kekosongan waktu. Kelenyapan kesempatan untuk menikmati kembali masa-masa menyenangkan dan kedamaian. Ketenangan serta hiburan. Kesenangan serta kebersamaan. Senyuman serta tawa canda. Doa juga harapan. Cita-cita juga keinginan. Semuanya pergi dan kau sadar ini bukan main-main. Ini bukan sandiwara yang pernah kau pentaskan dihadapan teman-temanmu. Ini bukan lagi kesempatan untuk mengulanginya lagi karena waktu itu kau telah berkesempatan. Ini saat pertanggungjawaban. Ini kesempatan untuk menjawab segala pertanyaan dariNya.

Dalam deretan itu semua kenangan mengular ke belakang. Bersiap menghakimi kedustaanmu dan mengawal segala kejujuran. Piala kemenangan itu hanya milik kesadaran. Pemilik kesadaran adalah pemilik kemenangan bersama kejujuran. Ini adalah obyektivitas dari segala penilaian dan penimbangan. Tidak ada kecurangan dan rasa belas kasih. Kesalahan dibalas dengan sewajarnya. Begitu juga kebenaran dibalas sesuai porsinya. Panggun kehidupanmu telah berlalu. Kau takkan pernah kembali ke sana. Di sini keabadian segala umat. Tidak seorang pun bisa menyangkal. Ini saat keengganan akan membunuh segalanya. Ini waktu kebosanan harus segera dibuang. Ini kala kesia-siaan tidak lagi dikenal. Segalanya berjalan dengan teratur. Tidak ada pembangkangan karena pembangkangan adalah dosa. Tidak ada lagi pembiaran dan tidak ada lagi kesempatan meminta perbaikan dan ampunan.

Berbahagialah mereka yang sadar dengan keberadaanya sebelum menembus batas ini. Kehidupan itu bukanlah garis lurus tanpa hilir dan titik. Kenyamanan itu bukanlah garis lurus tanpa jeda. Tetapi titik itu bukanlah penghenti segalanya karena setelahnya ada garis baru lagi. Tanpa henti. Tanpa jeda. Lalu kapankah batas antara hidup dan mati itu akan kita temui? 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar